
๐๐๐๐, ๐๐-๐๐ ๐๐ฉ๐ซ๐ข๐ฅ ๐๐๐๐โ Suasana haru sekaligus penuh semangat menyelimuti SMPK Santa Theresia Kaca baru-baru ini. Dalam sebuah sesi refleksi khusus, para murid diajak untuk memutar kembali ingatan mereka ke masa lalu, tepatnya pada hari pertama mereka menginjakkan kaki di sekolah dengan seragam putih-biru yang masih kaku.
Kegiatan ini bukan sekadar bernostalgia, melainkan sebuah perjalanan batin untuk melihat sejauh mana mereka telah bertumbuh. Para murid diajak merenungkan setiap tawa, tantangan, hingga kesulitan yang berhasil mereka lalui selama tiga tahun di SMPK Santa Theresia Kaca.
Fokus utama dari Ret-ret ini adalah pengenalan diri secara mendalam. Murid dipandu untuk “berkaca” pada diri sendiriโmengidentifikasi bakat terpendam yang mereka miliki, mengakui kelebihan yang menjadi kekuatan, hingga dengan berani melihat kekurangan yang perlu diperbaiki.
“Mengenal diri sendiri adalah kunci utama sebelum memilih masa depan,” ujar salah satu guru pendamping. “Kita tidak ingin mereka memilih sekolah lanjutan hanya karena ikut-ikutan teman, tapi karena mereka tahu apa yang menjadi potensi dan impian mereka.”
Puncak dari proses refleksi ini adalah pengambilan keputusan. Setelah memahami siapa diri mereka yang sebenarnya, para siswa diminta untuk menentukan pilihan pendidikan ke tingkat selanjutnya, baik itu SMA maupun SMK.
Keputusan yang diambil diharapkan menjadi langkah sadar yang didasari oleh pemahaman akan minat dan kemampuan pribadi. Dengan bekal karakter dan pengetahuan yang telah ditempa di SMPK Santa Theresia Kaca, para siswa kini siap melangkah ke jenjang yang lebih tinggi dengan keyakinan penuh.
Perjalanan di SMP memang akan segera berakhir, namun bagi murid-murid SMPK Santa Theresia Kaca, ini adalah awal dari petualangan baru yang lebih menantang.
|| ๐ผ๐ฐ๐๐ ๐ฑ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฑ๐๐๐๐๐๐ ||




